Dari Hobi Menjadi Hoki

Judul diatas saya ambil dari sebuah judul buku yang menceritakan tentang bagaimana menjadikan hobi kita bisa menghasilkan rupiah bahkan mungkin dollar, yang penting kita mau bersungguh-sungguh melakukannya. Sebetulnya cari duit itu gak sesulit yang kita pikirkan. Dimana ada peluang disitulah duit berdatangan, yang harus diingat adalah kenali dulu potensi diri kita agar duit yang datang semudah aliran banjir bandang.

Bisnis yang dimulai dari hobi memang sangat menyenangkan. Kita jauh lebih mudah memahaminya karena kita menyukainya. Coba tuliskan hobi apa yang selama ini anda miliki tapi belum bisa mendatangkan hoki. Banyak looh yang bisa kita lakukan dimulai dari hobi kita. Contoh yang paling simpel adalah dari rutinitas kita sehari-hari di dapur, memasak misalnya. Setiap ibu rumah tangga pastilah bisa masak dan biasanya punya resep favorit keluarga. Naahh dari resep itulah bisa kita jadikan ladang bisnis.

Siapa diantara kita yang tidak kenal brownies kukus Amanda yang terkenal itu? Saya baca kisahnya di sebuah tabloid beberapa tahun yang lalu ternyata si pemilik brokus itu bisa sukses karena resep warisan keluarga yang sederhana tapi lezat rasanya. Brokus Amanda tidak serta merta langsung sukses, awalnya si pemilik resep mencoba mempraktikkan resep yang diwariskan dari keluarganya. Setiap dia praktik resep kue yang tersebut dia bagikan pada tetangga untuk dicoba. Ternyata para tetangga menyukainya karena rasanya yang enak.

Akhirnya para tetangga tersebut sering memesan kue brownies kukus tersebut. Dulu orang-orang kenal brownies itu dipanggang dalam oven, kali ini ada brownies dengan rasa yang berbeda karena prosesnya dikukus, dan hasilnya tidak kalah lezat dengan brownies yang dikenal sebelumnya.

Kuncinya adalah kita tidak boleh malas praktik dan mencoba terus jika gagal dalam satu kali praktik. Ada yang tahu siapa pemilik kosmetik Wardah? Yaa dia adalah seorang pengusaha wanita, awalnya seorang ibu rumah tangga yang menginginkan kosmetik halal untuk dipakai semua wanita muslim dimanapun berada. Beliau adalah ibu hj. Nurhayati Subakat. Beberapa tahun yang lalu saya sering bertemu beliau dalam seminar dan beberapa kali pelatihan bisnis yang diselenggarakan sebuah organisasi pengusaha muslimah Indonesia. Kebetulan saya menjadi anggotanya dan pernah menjadi pengurus pusat. Nama organisasi itu Alisa Khadijah, dibawah naungan ICMI Alisa Khadijah banyak mewadahi para pengusaha muslimah di Indonesia khususnya wilayah Jabotabek (saat itu kegiatan masih berpusat di Jakarta).

Setiap orang pasti memiliki impian. Orang-orang sukses mengawali kesuksesannya pun dari impian bukan. Impian bukanlah mimpi, jika hanya punya mimpi jangan harap akan terwujud mimpi itu karena mimpi hanyalah bunga tidur. Impian adalah segala sesuatu yang ingin kita capai dalam jangka waktu yang lama. Menggapai impian bukanlah hal yang mudah perlu kerja keras dan kerja cerdas.

Seperti yang dulu dilakukan oleh bu Nurhayati Subakat sebelum beliau memiliki usaha kosmetik Wardah, beliau bekerja di perusahaan shampoo yang cukup terkenal dulu. Beliau berhenti bekerja karena merasa banyak waktunya yang seharusnya dia habiskan untuk keluarga dan anak-anak tetapi diambil alih oleh kantor akhirnya beliau resign dan berusaha membuka lapangan kerja sendiri. Lalu beliau membuat shampoo sendiri dan dijamin halal.

Awalnya shampoo produksinya  dijual ke salon-salon, karena beliau memproduksi beberapa produk perawatan rambut selain shampoo. Sebagai salah alumni terbaik ITB beliau tidak kesulitan untuk memproduksi shampoo, karena sesuai dengan bidangnya saat kuliah dulu tidak jauh-jauh dengan bidang kimia. Produk pertama beliau beri merk Puteri, bukan hal yang mudah saat pertama kali memasarkan produknya itu.

Setelah produk Puteri beliau merambah ke dunia kosmetik yang memiliki keunggulan dibanding kosmetik lain yang sudah lama beredar di pasaran dan punya nama besar. Beliau menciptakan kosmetik pertama yang mengklaim terjamin kehalalannya, terbukti hingga sekarang usahanya makin berkembang luas dan diterima masyarakat.

Dari contoh orang-orang disebutkan diatas tadi bukanlah suatu hal yang mustahil jika kita pun memiliki impian. Impian hanya sekadar impian jika kita tidak melakukan usaha apapun untuk mewujudkannya. Mulailah sekarang tuliskan apa saja impian Anda kemudian buat rencana kerja apa saja yang akan dilakukan untuk memulai meraih impian tersebut. Tulis pula hobi Anda apa saja, dari hobi itulah kita mulai sesuatu yang menghasilkan tanpa harus terlalu sulit mempelajarinya. Segala hal yang kita lakukan karena suka pasti akan terasa lebih mudah mengerjakannya.

Dari kisah-kisah diatas tadi apa yang membuat mereka sukses dalam mengembangkan usahanya? Salah satunya adalah mereka punya pembeda diantara kompetitor yang sudah ada. Brownies  biasanya dipanggang dalam oven tapi brownies Amanda dikukus jadilah namanya Brownies Kukus Amanda dan langsung booming di pasaran, dulu belinya harus antri sampai berkam-jam. Luaaarr biasa.

Kosmetik Wardah apa yang menyebabkan produknya juga begitu diburu masyarakat? Karena jaminan halal kosmetiknya. Jadi salah kuncinya lagi adalah produk yang kita miliki harus punya pembeda agar mudah diingat oleh masyarakat dan punya nilai jual yang lebih tinggi karena keunikan pembeda tersebut. Siap meraih sukses? Temukan pembeda dari bisnis Anda.

CAM00003

Iklan

Beryukur Everytime

Alhamdulillah…syukur yang tak terhingga saya rasakan saat ini. Betapa Alloh SWT selalu memudahkan hidup saya, walaupun sudah pasti banyak hambatan-hambatan dan ujian hidup yang saya jalani. Terlepas dari semua itu saya betul-betul sangat bersyukur bahwa selalu bisa berada dekat dengan keluarga setiap hari. Itu salah satu kemudahan hidup yang Allah berikan pada saya.

Kenapa begitu? Karena diluar sana banyak para keluarga yang anggota keluarganya tercerai berai tidak tinggal satu atap karena berbagai hal. Mungkin suaminya harus tugas diluar kota untuk beberapa lama atau mungkin si istri yang harus tinggal berpisah diluar kota bahkan pulau dengan keluarganya karena tugas negara yang dia emban.

Bersyukur sekali saya berprofesi “hanya” sebagai Guru di sebuah sekolah menengah atas yang jaraknya memakan waktu 2 jam perjalanan setiap harinya dari rumah. Jarak tempuh yang sering membuat saya mengeluh karena lelah menjalani rutinitas seperti itu. Pagi ini saya tersadar mendapat sebuah pelajaran dari seorang teman yang mendadak dimutasi jauh ke luar pulau Jawa dan harus pisah dengan keluarganya untuk beberapa tahun ke depan. Saya dan teman saya itu sedikit berdebat membahas masalah mutasinya itu. Resiko sebagai ASN (dulu PNS) memang harus mau terima aturan apapun yang ditetapkan pemerintah.

Memang pilihan yang berat bagi seorang Ibu Rumah Tangga yang bekerja di luar rumah menghadapi segala resiko pekerjaan yang ditugaskan. Pilihan hanya dua, dijalani atau resign. Semua berpulang pada diri kita sendiri. Yang saya syukuri lagi adalah bahwa saya yang hanya berprofesi sebagai seorang guru tidak perlu takut untuk sewaktu-waktu di mutasi ke luar daerah. Mungkin dari segi materi/financial pendapatan seorang guru sangat jauuuh lebih rendah dibanding para ASN dari kementrian lain. Tetapi dari segi waktu alhamdulillah kami mendapat waktu yang jauh lebih manusiawi dibanding ASN lain non guru. Kami masih diberi banyak waktu libur jika siswa libur tiap semester. Jam kerja kami pun jelas 5 hari kerja dengan hitungan jam minimal 37,5 jam/minggu. Bukan berarti ASN lain tidak jelas…untuk guru tidak ada jam lembur dan tidak sering tugas keluar kota. Sehingga waktu untuk berkumpul dengan keluarga terutama anak-anak alhamdulillah masih tersedia dengan leluasa.

Bukan berarti saya bergembira diatas penderitaan orang lain, saya ikut prihatin dengan kesedihan teman saya yang akan dimutasi jauh itu. Saya hanya bisa menyarankan terima saja tugas itu sebagai bagian dari takdir hidup yang harus dijalani jika memang mau diterima. Jika tidak mau pilihannya hanya satu…resign dari ASN. Tentu bukan keputusan yang bisa diambil dengan tergesa. Segala resiko harus dipikirkan masak-masak dan dirundingkan dengan keluarga. Bersabar atas segala kesulitan yang dihadapi memang tidak mudah, jalan satu-satunya adalah meningkatkan tawakal dan ihlas kita terhadap ketentuan yang sudah Alloh SWT tetapkan untuk kita.

Tetaplah bersyukur di segala kondisi karena hidup kita pasti jauh lebih baik dari orang lain. Kita tidak pernah tahu kesulitan-kesulitan orang lain yang tidak tampak di depan mata kita, yang belum tentu pula kita bisa menghadapinya. Alloh tidak akan memberikan ujian diluar kemampuan kita.

quotescover-JPG-20

 

Serunya Berburu Asisten Rumah Tangga

By : Rina Maruti W

Libur Idul Fitri sudah berakhir menyisakan kebahagiaan yang indah karena bisa merayakan lebaran bersama keluarga, sanak saudara, teman dan sahabat baik di tanah kelahiran maupun di tempat tinggal sekarang (bagi yang tidak  mudik karena tidak punya kampung halaman seperti saya hehehe), dan menyisakan lelah tentunya. Bagi para ibu rumah tangga sudah menjadi agenda rutin selepas lebaran kerja bakti merapikan isi rumah yang seperti kapal pecah karena begitu banyaknya agenda silaturahim diluar rumah yang menjadikan pekerjaan rumah untuk sementara waktu kita singkirkan terlebih dahulu. Terlebih lagi dengan mudiknya si mba atau si mbok atau si bibik dari sebelum lebaran. Lengkaplah sudah kerepotan itu melanda para ibu-ibu di seantero jagat Indonesia yang terbiasa mempunyai asisten rumah tangga setelah libur lebaran.

Bagi ibu-ibu yang bukan pekerja kantoran mungkin tidak terlalu masalah tanpa bantuan ART (asisten rumah tangga) untuk ngurusi sebagian tugas domestiknya dalam urusan rumah tangga. Tetapi bagi para wanita bekerja dan mempunyai anak-anak yang masih sekolah terutama balita mungkin semua mengalami ritual yang sama, galau mencari kembali para ART yang  resign dari sebelum lebaran atau yang tidak ada kabarnya lagi setelah lebaran padahal katanya mau balik lagi bekerja di rumah kita. Ternyata istilah PHP berlaku juga untuk para ART hehe karena saya sering juga diPHPin para ART yang dulu-dulu, janjinya mau balik lagi setelah lebaran tapi ternyata tidak ada kabarnya lagi hingga batas waktu cuti sang ART selesai. Jika dikontak pun jawabannya mengecewakan atau samasekali tidak bisa dikontak.

Topik tentang ART selalu jadi topik yang hangat dibicarakan di kalangan ibu-ibu rumah tangga. Seperti di kantor saya sekarang ini, hampir tiada habisnya cerita dari ibu-ibu disini yang kesulitan mencari ART. Termasuk saya sendiri jika dibuat daftar nama pembantu sejak saya menikah 18 tahun yang lalu hingga sekarang mungkin sudah puanjaaaang daftar nama itu saking seringnya gonta ganti ART hehe.

Mempunyai ART sama saja dengan mempunyai karyawan dalam suatu perusahaan, begitu kata dosen saya saat memberikan kuliah Manajemen SDM. Harus pinter-pinter mengelola sdm yang satu ini jika kita ingin dia loyal dan jujur selama bekerja dengan kita. Berdasarkan pengalaman saya sendiri dari sejak jaman saya masih bocah (mama saya selalu mempunyai ART)  memang tidak mudah mempunyai ART yang setia, jujur dan bisa diandalkan. Karakternya yang macam-macam dan karena rata-rata mereka berpendidikan hanya di bangku Sekolah Dasar membuat setiap ART yang pernah bekerja di lingkungan keluarga saya begitu unik dan meninggalkan berjuta cerita yang menarik. Semua berpulang pada diri kita sendiri sebagai majikan bagaimana mengelola mereka sebagai pegawai kita.

Alhamdulillah sampai saat ini saya masih diberi ART yang cukup baik, kerjanya bagus, amanah, sopan dan bisa menjaga anak-anak saya dengan baik saat saya tidak ada di rumah. Mencari ART hampir sama juga mencari jodoh, gampang-gampang susah. Yang berminat kerja memang banyak tapi mendapatkan yang klik di hati kita sebagai majikan tentu tidak banyak, begitu pula sebaliknya mungkin para calon ART pun mencari majikan yang klik dihatinya supaya mereka bisa bekerja dengan baik dan nyaman. Saya punya beberapa pengalaman unik saat mencari calon ART, salah satu cerita unik itu adalah saat anak pertama masih berusia kurang dari 4 tahun dan saya baru melahirkan anak kedua. Ada tetangga menawarkan calon ART pada saya, dibawalah calon ART itu ke rumah untuk saya “wawancara” dulu dan saya kenalkan pada anak saya. Begitu sang calon ART itu datang saya panggil anak saya lalu saya katakan “Kakak…ini nanti yang nemenin kakak ya kalau umi berangkat ngajar”. Spontan anak saya berteriak dan menangis. Dia tidak mau orang itu ada di rumah kami untuk menjaganya dan dia bilang takut dengan calon ART itu. Saya kaget bukan kepalang dengan reaksinya yang tak terduga itu. Baru kali ini anak saya ketakutan seperti itu pada orang lain yang baru ditemuinya. Tidak mau banyak bicara lagi saya langsung akhiri wawancara dengan orang itu dan menyuruhnya pulang.

Sebelumnya memang pengasuh anak pertama saya cukup lama bekerja dengan saya dari mulai anak saya 7 bulan sampai anak saya berusia 3,5 tahun. Sejak kejadian itu jika ada calon ART yang ditawarkan pada saya, saya selalu bertanya dulu pada anak saya apakah dia mau jika pengasuhnya orang itu? Jika anak saya tidak mau saya tidak akan mempekerjakan orang itu menjadi pengasuh anak saya. Saya memang tidak menggunakan jasa baby sitter untuk pengasuhan anak saya, bukannya apa-apa takut tidak bisa menggaji mereka…hehehe maklumlah saya cuma pegawai negeri biasa, gaji saya tidak cukup untuk membayar baby sitter.

Berikut beberapa tips dalam mencari ART sesuai dengan kualifikasi yang kita inginkan berdasarkan pengalaman yang sudah saya rasakan bertahun-tahun :

  1. Tentukan dahulu keperluan anda dengan ART tesebut apakah hanya sebagai pengasuh anak balita saja atau untuk mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga anda.
  2. Mencari di yayasan pembantu rumah tangga juga harus selektif, sebaiknya cari yayasan yang recommended dari teman atau keluarga anda yang sudah pernah menggunakan jasa yayasan tersebut.
  3. Jika tidak mau menggunakan jasa yayasan pembantu, minta bantuan tetangga, teman atau keluarga anda mencarikan ART yang sudah anda tentukan kriterianya.
  4. Jika sudah ada calon ART wawancarailah dulu calon ART tersebut, jangan segan-segan mengatakan padanya bahwa orang yang anda butuhkan itu kriterianya seperti apa dan pekerjaan yang harus dilakukan itu apa.
  5. Bersikaplah sedikit tegas tetapi bersahabat saat mewawancarai calon ART anda, walaupun anda sangat membutuhkan jasa mereka tapi tunjukkan bahwa anda adalah majikan yang mempunyai aturan main yang jelas jika dia bekerja pada anda. Inshaa Allah calon ART anda tidak berani iseng coba-coba jika aturan main anda sangat jelas.
  6. Jika sudah deal dengan kesepakatan yang anda peroleh dari hasil wawancara dengan calon ART anda pekerjakanlah mereka secara manusiawi, berikan juga kenyamanan dan kepercayaan saat mereka bekerja sehingga mereka betah bekerja dengan anda.
  7. Jika masih belum juga mendapatkan ART yang sesuai dengan kriteria anda walaupun anda sudah mencari kesana kemari, perbanyaklah berdoa minta pada Yang Maha Kuasa supaya kita diberikan ART yang baik yang sesuai dengan kriteria yang anda inginkan inshaa Allah pasti akan Allah berikan untuk anda. Saya sudah sering mempraktekkannya dan alhamdulillah selalu berhasil.
  8. Jika Anda sudah mendapatkan ART yang diinginkan, jangan lupa sehabis sholat terus doakan supaya ia tetap menjadi asisten yang baik, loyal, jujur, amanah, sayang terhadap anak-anak dan bersikap baik sesuai yang kita inginkan. Poin mendoakan ini pasti sering luput dari perhatian kita sehari-hari, padahal mendoakan itu sangat penting. Bukankah sesama muslim itu harus saling mendoakan dalam hal kebaikan? Silakan di praktekkan dan buktikan hasilnya. Yakinlah dengan kekuatan doa.

Semoga bermanfaat ya tips sederhana diatas itu, selamat berburu ART.

 

 

Tak Ada Kehidupan Tanpa Masalah

Tadi pagi saat berangkat menuju tempat tugas diiringi dengan hati penuh rasa senang, ceria dan penuh semangat. Bagaimana tidak semangat karena sekarng hari Jum’at dan besok saya libur kerja…horeeee…wik en lagiiii…

Tapi sorak sorai dalam hati tidak berlangsung lama karena tiba-tiba ada sebuah pesan instan yang masuk ke bbm saya dari salah seorang teman. Dia menangis dan minta saya untuk berjanji tidak cerita pada siapapun tentang curhatannya itu. Eeeehh…tapi ternyata saya cerita disini ya? Gak apa-apa deh ya, saya cerita bukan mau menjelekkan masalah teman saya itu tapi untuk mengambil hikmah dari peristiwa yang dialami teman saya itu.

Saya kaget setelah dia bercerita masalahnya. Dia curhat sambil menangis bingung menghadapi masalah keluarganya yang baru saja terjadi. Sedih jelas saya rasakan, tak terbayangkan jika saya menghadapi masalah seperti itu. Akhirnya saya hanya bisa membesarkan hatinya, menyemangatinya supaya tidak larut dalam kesedihan. Tangisan tidak akan menyelesaikan masalah. Menangis boleh hanya untuk membantu melegakan hati yang sesak tetapi jangan terus menerus menangisi masalah.

Saya hibur dia bahwa saat ini dia sedang disayang Allah SWT. Memang dari sebelum-sebelumnya dia banyak bercerita pada saya bahwa keluarganya sedang dirundung ujian yang berturut-turut. Saya yakinkan padanya bahwa setiap manusia yang hidup pasti diberi masalah. Jangankan orang hidup yang sudah meninggal pun dia tetap punya masalah, karena harus mempertanggung jawabkan segala perbuatannya selama di dunia ini.

Saya juga mengatakan padanya bahwa Allah itu tidak akan menguji umatNya diluar kemampuannya. Bahwa semua cobaan, kesulitan yang ia hadapi sekarang ini adalah hanya sementara, semuanya akan berlalu.

Temans…jika anda sedang menghadapi masalah hal yang paling mudah dilakukan selain menangis adalah perbanyak sholat, zikir dan terus berdoa minta diberikan kemudahan oleh Allah dalam mencari solusi permasalahan tersebut. Dekati Dia Yang Maha Tahu segala hal. Kenapa Anda diberi cobaan? Itu karena Dia menginginkan Anda semakin dekat denganNya. Dia rindu curhatan anda, Dia ingin mendengar rengekan Anda. Percayalah…semua kan segera berlalu dan berganti dengan kebahagiaan.

Setelah kesulitan pasti ada kemudahan.

P05-04-10_17-57[1]

 

 

Lupa Password

Alhamdulillah…akhirnya bisa masuk lagi ke ruang ini. Sudah berkali-kali mencoba masuk karena selalu salah password emailnya. Malah waktu request lost password saya dimarahi admin WordPressnya tidak boleh lagi salah dalam login. Hampir putus asa saya karena sayang jika blog ini ditinggalkan dan harus bikin lagi yang baru.

Sepertinya emang harus rajin-rajin ditengokin ini blog biar gak lupa passwordnya. Maklumlah jarang ngoprek blog karena katanya saya ini orangnya sok sibuk. Sibuk apa ya? Entahlah…yang jelas saya sering merasa gak sempet buka blog untuk sekadar nulis-nulis hal yang sederhana. Pokoknya mulai hari ini tidak boleh lagi malas buka blog, harus rajin…biar makin lancar nulisnya.

 

 

Nikmat Mana Lagi Yang Kau Dustakan? 1

 

By : Rina MW

Sepanjang jalan menuju pulang saya nikmati dengan sukacita. Alhamdulillah setengah perjalanan pekan ini sudah terlewati. Tinggal dua hari kerja lagi harus saya lewati setelah itu week end menjelang…asyiiik.

Tidak terasa sudah hampir 17 tahun saya bekerja. Menjadi seorang ibu sekaligus seorang pekerja tepatnya profesi saya sebagai seorang pendidik bukanlah hal yang mudah dalam membagi waktu.  Kadang jika lelah dan jenuh melanda ingin rasanya saya berhenti mengajar lalu berbisnis saja di rumah. Beruntung sekali saya memiliki suami yang selalu mendukung pekerjaan saya sebagai pendidik. Dia selalu mengatakan bahwa mengajar itu adalah ibadah dan niatkan untuk ibadah supaya pekerjaan kita tidak sia-sia.

Kalau di ingat-ingat perjalanan hidup saya dari kecil hingga sekarang rasanya banyak sekali kemudahan-kemudahan yang saya dapatkan. Terutama setelah menikah bagi saya kemudahan-kemudahan hidup banyak sekali menghampiri saya, walaupun tentu saja ujian dan cobaan silih berganti datang.

Salah satu kemudahan yang tidak semua orang bisa dapatkan adalah saat saya di terima menjadi PNS dan langsung ditempatkan di wilayah favorit…DKI Jakarta. Padahal saya berdomisili di Bogor, kok bisa tiba-tiba ditempatkan disana? Pasti pake duit yaaa? Duit sogokannya gede yaaa? Atau pasti ada koneksi di sana. Hehehe…maaf yaa saya diterima jadi PNS murni rezeki yang tak terduga dari Allah SWT, tidak mengeluarkan uang sepeserpun, tidak mempunyai koneksi satu orangpun bahkan saya tadinya tidak berharap banyak diterima di Departemen tempat saya melamar itu (dulunya namanya Departeman sekarang berubah jadi Kementrian). Bahkan mungkin jadinya saya seperti yang dilamar menjadi PNS bukan melamar.

Gimana ceritanya kok bisa seperti itu? Itulah nikmat Allah yang sangat tidak terduga, saya betul-betul termasuk orang yang beruntung saat itu. Pengen tahu ceritanya? Besok yaaa kita lanjutkan cerita-ceritanya hehehe…

#OneDayOnePost

#ODOP

#Hari ke 3